INDIA NA
oleh W Wt Hidayati pada 14 April 2011 jam 1:03
Ada sebuah dialog yang berkesan, yang menjadi memoarku sampai sekarang. Dialog ini dari sebuah scene film India, antara seorang ibu dan putranya.
Diceritakan mereka adalah keluarga yang tergolong cukup miskin di tengah masyarakatnya. Sang ibu mempunyai dua orang anak lelaki. Putranya yang bungsu sangat suka menyanyi, dia selalu ingin menjadi penyanyi, tapi sang ibu sangat tidak menyukai musik dan lagu, sehingga sangat tidak mendukung kesukaan putranya itu. Karena rasa cintanya kepada ibu, si anak menekan kuat-kuat keinginannya itu, bahkan untuk bersenandung saja dia selalu bersembunyi-bunyi, agar ibunya tidak tahu. Dia tidak ingin membuat ibunya marah dan sedih, karena entah kenapa, tiap kali mendengar nyanyian, ibunya marah, sedih dan menangis. Hingga suatu saat, dia mengetahui alasan perasaan ibunya itu.
Dalam sebuah dialog, sang ibu menuturkan,
"Aku tidak suka mendengar kau menyanyi, karena mendengar musik dan nyanyian akan membuatku lapar. Kita ini miskin, Nak, ibu tidak cukup punya uang untuk membeli susu. Jadi, berhentilah bernyanyi."
Itulah yang aku ingat dari film itu. Aku cukup terharu, padahal itu film juga bukan kategori film sedih. Aku hanya kadang bisa menemukan sesuatu yang cukup mengesankan, secara personal.
Diceritakan mereka adalah keluarga yang tergolong cukup miskin di tengah masyarakatnya. Sang ibu mempunyai dua orang anak lelaki. Putranya yang bungsu sangat suka menyanyi, dia selalu ingin menjadi penyanyi, tapi sang ibu sangat tidak menyukai musik dan lagu, sehingga sangat tidak mendukung kesukaan putranya itu. Karena rasa cintanya kepada ibu, si anak menekan kuat-kuat keinginannya itu, bahkan untuk bersenandung saja dia selalu bersembunyi-bunyi, agar ibunya tidak tahu. Dia tidak ingin membuat ibunya marah dan sedih, karena entah kenapa, tiap kali mendengar nyanyian, ibunya marah, sedih dan menangis. Hingga suatu saat, dia mengetahui alasan perasaan ibunya itu.
Dalam sebuah dialog, sang ibu menuturkan,
"Aku tidak suka mendengar kau menyanyi, karena mendengar musik dan nyanyian akan membuatku lapar. Kita ini miskin, Nak, ibu tidak cukup punya uang untuk membeli susu. Jadi, berhentilah bernyanyi."
Itulah yang aku ingat dari film itu. Aku cukup terharu, padahal itu film juga bukan kategori film sedih. Aku hanya kadang bisa menemukan sesuatu yang cukup mengesankan, secara personal.
Sasmito Ruba'i Tahu ni, kelewat ngantuk kali..padahal besok sdh hrs kejar cari pemasang bastapel dll..14 April jam 1:56 ·
Muji Burokhman tp di dunia nyata,nyanyi bisa jadi pendongkrah ampuh karir dan pundi2 seseorang,palagi kl di utube-in dan meledak....dorrrr :)14 April jam 3:22 ·
W Wt Hidayati Hmm...ada aroma masakan jam segini. Sopo ya...? Aku nembe ngliwet thok padahal.14 April jam 3:34 ·
Muji Burokhman nyanyi?kebetulan suka2 nyanyi kecil,tp ga pernah bisa satu lgu full...reff-nya doang:)14 April jam 3:39 ·
W Wt Hidayati Iihhh...wuaduhh...sori-sori....ora sido, ora kepikirn blas, mau bisa gaswat jebule. 14 April jam 3:53 ·
Hastati Hendriani kirain ibunya mau ngomong "mendengarmu menyanyi selalu mengingatkanmu pada lelaki yang membuat ibu jatuh miskin hingga tak mampu memberikanmu kesempatan untuk jadi penyanyi terkenal seperti ayahmu " he he...14 April jam 8:36 ·
Hastati Hendriani lbh pas begitu, semua org kan tahu music bisa adalah sarana hiburan yg ampuh, kita aja kalo ;g sedih, ga pny duit mendingan nyanyi214 April jam 11:06 ·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar