Senin, 25 April 2011

INDIA NA

INDIA NA

oleh W Wt Hidayati pada 14 April 2011 jam 1:03
       Ada sebuah dialog yang berkesan, yang menjadi memoarku sampai sekarang. Dialog ini dari sebuah scene film India, antara seorang ibu dan putranya.
       Diceritakan mereka adalah keluarga yang tergolong cukup miskin di tengah masyarakatnya. Sang ibu mempunyai dua orang anak lelaki. Putranya yang bungsu sangat suka menyanyi, dia selalu ingin menjadi penyanyi, tapi sang ibu sangat tidak menyukai musik dan lagu, sehingga sangat tidak mendukung kesukaan putranya itu. Karena rasa cintanya kepada ibu, si anak menekan kuat-kuat keinginannya itu, bahkan untuk bersenandung saja dia selalu bersembunyi-bunyi, agar ibunya tidak tahu. Dia tidak ingin membuat ibunya marah dan sedih, karena entah kenapa, tiap kali mendengar nyanyian, ibunya marah, sedih dan menangis. Hingga suatu saat, dia mengetahui alasan perasaan ibunya itu.
       Dalam sebuah dialog, sang ibu menuturkan,
       "Aku tidak suka mendengar kau menyanyi, karena mendengar musik dan nyanyian akan membuatku lapar. Kita ini miskin, Nak, ibu tidak cukup punya uang untuk membeli susu. Jadi, berhentilah bernyanyi."
        Itulah yang aku ingat dari film itu. Aku cukup terharu, padahal itu film juga bukan kategori film sedih. Aku hanya kadang bisa menemukan sesuatu yang cukup mengesankan, secara personal.
· · Bagikan · Hapus

    • Sasmito Ruba'i Membaca kalimat terakhir,..seringkali memang begitu.
      14 April jam 1:42 ·
    • W Wt Hidayati Koq, belum tidur Sas?
      14 April jam 1:54 ·
    • Sasmito Ruba'i Tahu ni, kelewat ngantuk kali..padahal besok sdh hrs kejar cari pemasang bastapel dll..
      14 April jam 1:56 ·
    • Muji Burokhman tp di dunia nyata,nyanyi bisa jadi pendongkrah ampuh karir dan pundi2 seseorang,palagi kl di utube-in dan meledak....dorrrr :)
      14 April jam 3:22 ·
    • W Wt Hidayati Muji, pengin denger nyanyimu nih.
      14 April jam 3:33 ·
    • W Wt Hidayati Hmm...ada aroma masakan jam segini. Sopo ya...? Aku nembe ngliwet thok padahal.
      14 April jam 3:34 ·
    • Muji Burokhman enggak,ni bru bngun,td malam tidurnya lebih awal :)
      14 April jam 3:36 ·
    • W Wt Hidayati Hmm.....mumpung cah-cah durung tangi...kudu masak.
      14 April jam 3:39 ·
    • Muji Burokhman nyanyi?kebetulan suka2 nyanyi kecil,tp ga pernah bisa satu lgu full...reff-nya doang:)
      14 April jam 3:39 ·
    • Muji Burokhman jam segini dah masak?kirim ya buat makan pagiku :)
      14 April jam 3:40 ·
    • W Wt Hidayati Nyong saire thok...rengeng-rengengnya isin.
      14 April jam 3:41 ·
    • W Wt Hidayati Iihhh...wuaduhh...sori-sori....ora sido, ora kepikirn blas, mau bisa gaswat jebule.
      14 April jam 3:53 ·
    • Hastati Hendriani kirain ibunya mau ngomong "mendengarmu menyanyi selalu mengingatkanmu pada lelaki yang membuat ibu jatuh miskin hingga tak mampu memberikanmu kesempatan untuk jadi penyanyi terkenal seperti ayahmu " he he...
      14 April jam 8:36 ·
    • W Wt Hidayati Gitu juga boleh, An. Ngarang dhewe kena koq.
      14 April jam 10:57 ·
    • Hastati Hendriani lbh pas begitu, semua org kan tahu music bisa adalah sarana hiburan yg ampuh, kita aja kalo ;g sedih, ga pny duit mendingan nyanyi2
      14 April jam 11:06 ·

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MALU KITA

      Sungguh mujarab !   Menjadi asyik maksiat   Membuat sebab khianat   Betapa dahsyat !   Meruntuhkan iman  Menghapus peradaban.