Merindukan seorang teman,
janganlah disempitkan bentuknya,
sebagai pertalian hubungan lain jenis semata,
dengan pasion masing-masing.
Meski aku perempuan dan dia lelaki.
Aku merindukannya sebagai seorang teman,
yang pernah dulu kami berteman.
Aku merindukannya, karena, ketika
mudah ku menemukan banyak teman lainnya,
dia tak kunjung ada.
Aku juga ingin mengetahui,
bagaimana dia kini,
karena yang lainnya bisa kutahu,
sedang dia aku tak mampu.
Aku merindukaannya,
sama seperti kepada teman lainnya,
Karena dia pun punya sesuatu,
yang unik dan menarik,
sama seperti yang kudapat,
dari semua teman lainnya.
Dimana, kau, wahai teman masa duluku?
Mengapa kusebut "teman dulu" ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar