Jumat, 21 Oktober 2011

PROSA MALAM


                                    

Hujan Malam. Derasnya sedang. Tak terlalu dingin, cukup menyejukkan. Ini malam yang ke sekian kalinya aku sendiri, tapi tak sepi. Semestaku riuh oleh suara  lirihmu yang terangkai angin. Dimensiku seluruhnya penuh dengan siluet utuhmu. Ruang pikirku tak henti berdeskripsi tentangmu. 
Hening.....bening.....aku mengingatmu sempurna. Senyummu yang menentukan lapang sempitnya hatiku. Kerling matamu yang mengharuskan aku terpesona. Harum hadirmu yang menebar karisma. Aku tertawan aman oleh tirani lentur yang tak terpatahkan.
Hujan....telah berhenti. 
Tapi kau semakin mendekapku erat, di setiap sendi. Kehangatan menelusup sukma. Rasaku terbakar, akan nyala api ragamu yang melekuk liuk, kadang tegak, kadang melemah indah. 
Dan hujan...belum rinai lagi.
Aku tetap sendiri, tapi tak sepi. Aku tahu kau setia menemani, meski di lain dimensi. Kita bisa berbicara tanpa kata, menatap tanpa mata, berkecupan dalam hela nafas kita. Bercinta tanpa raga.
Malam turun dari puncaknya. Dini hari....embun terbangun, meninggalkan langit. Lalu sengaja menjatuhkan diri, di hamparan daun-daun, di kuntum bunga, di batang-batang keras dan kokoh. Semak, perdu, rumput,...semua menyerah akan serbuan lembutnya yang satu-satu.
Sayang, Kekasih teramat dalam,....marilah kita kembali berpisah sementara. Ada kekasih lain yang ingin kupeluk erat. Wanginya bukanlah wangimu. Senyumnya bukanlah senyummu. Geloranya berbeda darimu. Tetapi....dia adalah juga gelombang, di lautanku. 
 ·  ·  · Bagikan · Hapus

    • Ida Cholisa wit, nyong seneng kalimat "kadang tegak, kadang melemah indah". jan dadi viktor kyeh...
      12 jam yang lalu · 

    • Keny Pemalang ‎..haha..ida ada2 saja.,nek nyong suka cara-mu menulis wit.,pilihan kt-nya mengalir apik..hehe..dan mencoba menangkap makna di balik prosa malam-mu..hmm..samar2 spt ada bayangan 'kekasih' pd dimensi lain..entah itu nyata ato fiktif..hehe..ato mgkn setiap 'kita' secara diam2 slalu menyimpan 'siluet' kekasih spt itu..hehe..*mung komen thok..
      9 jam yang lalu · 

MALU KITA

      Sungguh mujarab !   Menjadi asyik maksiat   Membuat sebab khianat   Betapa dahsyat !   Meruntuhkan iman  Menghapus peradaban.