DUA PERTIGA PURNAMA
oleh W Wt Hidayati pada 17 Januari 2011 jam 1:56
Malam....
dengan sepi dan dingin....
kopi pun menemani
panasnya sesaat
hangatnya sekejap.
Sunyi....
tapi tidak benakku
tidak rasaku.
Kamu....
Satu saja sosok seperti dirimu
menyempitkan ruang luangku
meluaskan titik pandangku.
Kamu....
tak aku mengerti dimana
tapi ada di aneka nuansa.
Malam....
dengan bulan dua pertiga
menjelang purnama.
Sunyi....
tidak nadiku
tidak batinku
Kamu....
apa yang bisa kupahami ?
Aku hanya rindu.....tentangmu.
Hanya.
dengan sepi dan dingin....
kopi pun menemani
panasnya sesaat
hangatnya sekejap.
Sunyi....
tapi tidak benakku
tidak rasaku.
Kamu....
Satu saja sosok seperti dirimu
menyempitkan ruang luangku
meluaskan titik pandangku.
Kamu....
tak aku mengerti dimana
tapi ada di aneka nuansa.
Malam....
dengan bulan dua pertiga
menjelang purnama.
Sunyi....
tidak nadiku
tidak batinku
Kamu....
apa yang bisa kupahami ?
Aku hanya rindu.....tentangmu.
Hanya.
Elsi Joe Wuft! Malam...aku selalu menyukai hening dan perasaan menyatu.... Tulisanmu sangat mewakili perasaanku, Wit... Like it! :)17 Januari jam 5:22 melalui Facebook Seluler ·
Hastati Hendriani wuuuiiihhh cerita tentang rindu di mlm purnama yang tak sempurna, rasanya rindunya ikut kurang sempurna ya he he...17 Januari jam 11:32 ·
W Wt Hidayati @Ani: Rindu yang tak sempurna itulah, An, yang terus mendendam.17 Januari jam 13:52 ·
W Wt Hidayati @Elsi: karena ada kopi...setiap ada kopi...terlintas kamu dibenakku.17 Januari jam 13:54 ·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar