Rabu, 28 Agustus 2013

POLIGAMI

"Seandainya suamimu menikahiku, kau boleh tidak?" begitu pertanyaanku padamu.
Kau tak segera menjawab. Hanya matamu menatapku...teduh. Tak menyorotkan keterkejutan. Kau tersenyum dan menjawab dengan tenang,
"Sepertinya tidak."
Aku pun tersenyum. Itu jawaban wajar, dan sudah kuduga tentunya. Tapi tetap saja aku bertanya.
"Kenapa?"
Tiba-tiba matanya berubah. Tajam menembus jantungku. Dan kata-kata tegas itu pun meluncur deras, tak terbendung. Laksana tsunami menggerus bumi.
"Kau bukan wanita yang tepat untuk suamiku. Aku mengenalnya betul, jadi seleranya tentang wanita pun aku paham betul. Kau sama sekali tak mendekati seleranya. dengan itu, aku tak mungkin mengijinkanmu menikah dengannya. Tapi masalahnya, dalam memilih wanita lain, dia sangat mempertimbangkan seleraku. Maka, aku  menjadi  orang pertama yang akan dimintainya saran. Percayalah, dia hanya akan menikah dengan orang yang aku setujui. Dan aku hanya memilih wanita yang berkualitas, dan dapat memberiku jaminan, bahwa suamiku dapat lebih berbahagia saat bersamanya. Nah,...bisakah kau memberikan jaminan itu?"
Mendengar itu, aku tak berdaya......betapa tangguhnya dia.

AT LAST


At last, I found two meaningful ones in my life, that I look for long time.
He and she is.
My joyful.

MALU KITA

      Sungguh mujarab !   Menjadi asyik maksiat   Membuat sebab khianat   Betapa dahsyat !   Meruntuhkan iman  Menghapus peradaban.