VINA PANDUWINATA
oleh W Wt Hidayati pada 18 Januari 2011 jam 22:37
Seperti kisah kenanganku tentang ANGETNYA SEPATU saat kelas III B dulu, aku juga mempunyai kenangan seorang teman yang lucu diluar kesadarannya di kelas Fisika 1.
Ada seorang teman sekelas di Fisika 1 dulu. Pintar dan lucu, tapi hampir semua teman di kelasku ini memang pintar-pintar. Laki-laki. Kulitnya coklat, rambutnya hitam ikal, bola matanya kecil, tatapannya tajam, banyak senyum dan tertawa. Tetapi saat diam dan serius, bibirnya mengatup kecil.
Suatu hari, dalam keseriusan sesuatu, entah aku tidak tahu, lamat-lamat kudengar dia bersenandung,
"Sejak ku bertemu, ku telah jatuh hati padanya.
Di dalam hati, telah menjelma cinta
Dan bawalah daku selalu dalam mimpimu, di langkahmu, serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku, bawalah diriku selamanyaaaaaaaaaaaaaa.......
Dalam mimpimu, dilangkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan dihatiku, bawalah diriku selamanyaaaaaa......
Dalam mimpimu dilangkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini....."
Dan terus berulang-ulang dia menyenandungkan bagian itu.
Aku geli mendengarnya. Tidak sadar dia kalau kelakuannya tanpa sengaja lucu. Itupun bagi siapa yang menemukan kejadian itu. Apakah hanya aku yang tahu, atau ada teman lain. Entahlah.
Ada seorang teman sekelas di Fisika 1 dulu. Pintar dan lucu, tapi hampir semua teman di kelasku ini memang pintar-pintar. Laki-laki. Kulitnya coklat, rambutnya hitam ikal, bola matanya kecil, tatapannya tajam, banyak senyum dan tertawa. Tetapi saat diam dan serius, bibirnya mengatup kecil.
Suatu hari, dalam keseriusan sesuatu, entah aku tidak tahu, lamat-lamat kudengar dia bersenandung,
"Sejak ku bertemu, ku telah jatuh hati padanya.
Di dalam hati, telah menjelma cinta
Dan bawalah daku selalu dalam mimpimu, di langkahmu, serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan di hatiku, bawalah diriku selamanyaaaaaaaaaaaaaa.......
Dalam mimpimu, dilangkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini juga nanti
Harapan dihatiku, bawalah diriku selamanyaaaaaa......
Dalam mimpimu dilangkahmu serta hidupmu
Genggamlah daku kini....."
Dan terus berulang-ulang dia menyenandungkan bagian itu.
Aku geli mendengarnya. Tidak sadar dia kalau kelakuannya tanpa sengaja lucu. Itupun bagi siapa yang menemukan kejadian itu. Apakah hanya aku yang tahu, atau ada teman lain. Entahlah.

Hastati Hendriani Wah jd penasaran nih inboxin namanya wit he he..
18 Januari jam 22:41 melalui Facebook Seluler ·
Hastati Hendriani Walah jo ngono to wit mbe konco lho
18 Januari jam 22:45 melalui Facebook Seluler ·
W Wt Hidayati Tunggu dululah...siapa tau ada teman yang baca note ini dan kebetulan dia ikut mengalaminya, pasti dia akan bilang. Karena ini true story.
18 Januari jam 22:49 ·
Hastati Hendriani Jiaah padahal anak fis cuma bbrp aja yg gw kenal, yg gw hapal cuma didik doang wong dia pacaran mbek karibku laine eweuh he he.. tapi mirip si manol iya bukan?
18 Januari jam 22:53 melalui Facebook Seluler ·

Tidak ada komentar:
Posting Komentar