Jumat, 14 Januari 2011

S E N J A


Bertaburan melati tak beraturan
di kepalaku.
Mekarlah
Harumlah
Hingga menembus tanah.

Senin, 10 Januari 2011

CATATAN AGUSTUS

KEMATIAN
I.
Ketika rembulan jatuh ke pangkuan
Wajahmu melintas
Menindihi segala pandangan
       Malam dingin 
      Tak putih bagai wajahmu
      Terbenam dalam pelukku
Maya,
Kau katakan cinta
dari jauh
Dalam perjalananmu ke langit.




II. 
Aku terbawa
Aku tertawa
Di bawah angkara
      Gila
Ada sebuah doa
Meluncur dari mulutku
      Padahal
Kau bawa hasratku, kekasih !
      Mati.



(060889)

IKAN IKAN BUKAN KAMU

Ikan-ikan yang menari
sekali mengecup batas air.
Aku pandangi lagi
Mataku terpaku
Benarkah ini rindu ?


Ikan-ikan yang menari
sekali mengecup batas air.
Memainkan rinduku di situ


Baru kutau
ikan-ikan itu menggangguku
Baru juga kutau
aku lupa berapa lama terpaku
menyaksikan rinduku


Rinduku dikecup ikan-ikan
Ikan-ikan itu bukan kamu. 


Sialan...

Sabtu, 01 Januari 2011

PROLOG

Salju telah mencair 
membawa kedinginan yang menghimpit 
bersama utopia belaka
Salju telah mencair
pergi membawa sebuah rasa 
entahlah .... aku tak tahu....


(by Bowo)

MATAHARI

Selama laut masih berbuih
ombak berulang mengecup pantai
maka camar tetap riang
Selama gunung tetap angkuh
dan angin melaju ke lembah
maka matahari pasti tampak di baliknya.


Berarti, masih terbentang harapan
masih jauh perjalanan
masih panjang perjuangan
masih terucap seribu doa puji Tuhan


Matahari adalah tekad.

sunyi 2

Larut malam
Kududuk seorang diri,
sunyi senyap sekeliling
gelap gulita alam
Dan entah mengapa...
mendengar angin berembus di puncak kayu
Berdesir berdesau-desau sambil lalu
Melihat langit tiada berbulan
bintang pun ditutup awan...
Rasa senang turun ke hati


Benar kiranya kata orang :
sunyi itu teman di malam kelam


Aku suka akan sunyi.

SUNYI 1

Engkau suka akan sunyi ?
Ah, niscaya belum pernah kau mengalami
sunyi sempit mengurung
sepi berat menghimpit
Dan belum pernah kau merasa
nafsu merobek menguakkan takdir
Hendak lari melepaskan diri
Tapi sia-sia perbuatanmu semua
Karena berlapis-lapis tabir mengepung
lingkaran hitam tiada tertembus


Aku benci akan sunyi.

MALU KITA

      Sungguh mujarab !   Menjadi asyik maksiat   Membuat sebab khianat   Betapa dahsyat !   Meruntuhkan iman  Menghapus peradaban.